BAB 11
“MENGANALISIS RISIKO KEUANGAN”
“MENGANALISIS RISIKO KEUANGAN”
A.
PENGERTIAN
RISIKO KEUANGAN
Risiko keuangan adalah
fluktuasi target keuangan atau ukuran moneter perusahaan karena gejolak
berbagai variabel makro, ukuran keuangan dapat berupa arus kas ( dan ini yang
banyak digunakan ), laba perusahaan, economic value added (EVA), dan
pertumbuhan penjualan.
B.
Risiko
keuangan terdiri dari tiga jenis risiko:
·
Risiko likuiditas,
·
Risiko kredit,
·
Risiko permodalan.
·
risiko pasar
·
risiko suku bunga
·
risiko nilai tukar
Risiko
dapat dikategorikan ke dalam dua bentuk :
ü Risiko
spekulatif
Risiko
spekulatif adalah suatu keadaan yang dihadapi perusahaan yang dapat memberikan
keuntungan dan juga dapat memberikan kerugian.
ü Risiko
murni
Risiko
murni (pure risk) adalah sesuatu yang hanya dapat berakibat merugikan atau
tidak terjadi apa-apa dan tidak mungkin menguntungkan.
C.
Metode
untuk mengelola risiko
Dalam
mengelola risiko pada suatu organisasi
sangat tergantung dari hasil indentifikasi risiko yang mungkin muncul/terjadi
pada organisasi tersebut, serta berapa nilai kerugian bila hal tersebut terjadi
dan yang terakhir adalah frekuesi (probabilitas) kejadian tersebut
terjadi. Berdasarkan ketiga faktor baru organisasi dapat
menentukan teknik apa yang tepat dalam mengelola risiko tersebut. Berikut
ini beberapa alternatif pilihan dalam mengelola suatu risiko dalam dunia
bisnis:
1.
Penghindaran (Risk Avoidance)
Alternatif
penghindaran risiko pada umumnya dapat dilakukan pada tahap perencanaan dimana
kemungkinan-kemungkinan risiko yang terjadi dapat diatasi dengan berbagai
tindakan pencegahan. Misalnya risiko kebanjiran yang dapat diatasi dengan
mencari lokasi yang bebas banjir, atau risiko melanggar peraturan pengelolaan
lingkungan yang dapat dilakukan dengan mempersiapkan seluruh dokumen dan
persyaratan yang terkait dengan lingkungan atau risiko adanya penuntutan
(komplain) dari konsumen terhadap produk yang dihasilkan dapat dihindari
dengan mencantumkan spesifikasi produk yang jelas dan rinci serta melakukan
berbagai uji coba sebelum produk dipasarkan. Namun untuk risiko
murni (Pure Risk) dengan kemungkinan terjadinya rendah serta sukar
diprediksi teknik penghindaran tidak dapat digunakan.
2.
Menahan atau Menanggung (Risk Retention)
Pada
suatu kondisi dengan pertimbangan tertentu
perusahaan berani menanggung berbagai kemungkinan risiko yang terjadi.
Namun demikian, perusahaan tetap berupaya agar risiko itu tidak
terealisasi/terjadi atau juga mencadangkan sejumlah anggaran dengan pola
tertentu sebagai antisipasi bila kondisi terburuk terjadi.
3.
Diversifikasi
Diversifikasi
berarti menyebar eksposur yang kita miliki sehingga tidak
terkonsentrasi pada satu atau dua eksposur saja.
Contoh:
memegang aset tidak hanya satu, tetapi bermacam-macam (saham, obligasi, properti).
Jika terjadi kerugian pada satu aset, kerugian tersebut bisa dikompensasi oleh
keuntungan dari aset yang lainnya.
4.
Transfer Risiko
Keputusan
mengalihkan risiko adalah dengan cara risiko yang kita terima tersebut kita
alihkan ke tempat lain sebagian. Jika tidak ingin menanggung risiko tertentu,
kita dapat menstransfer risiko tersebut kepada pihak lain yang lebih mampu
menghadapi risiko tersebut.
Contoh:
membeli asuransi kecelakaan. Jika terjadi kecelakaan, perusahaan asuransi akan
menanggung kerugian dari kecelakaan tersebut.
5.
Pengendalian Risiko
Dilakukan
untuk mencegah atau menurunkan probabilitas terjadinya risiko atau kejadian
yang tidak kita inginkan. Keputusan mengontrol risiko adalah dengan cara
melakukan kebijakan antisipasi terhadap timbulnya risiko sebelum risiko itu
terjadi.
Contoh:
untuk mencegah kebakaran, kita memasang alarm asap dibangunan kita.
Alarm merupakan salah satu cara kita mengendalikan risiko kebakaran.
D.
Asuransi
Portfolio
Dalam
dunia keuangan, "portfolio" digunakan untuk menyebutkan kumpulan
investasi yang dimiliki oleh institusi ataupun perorangan. Memiliki portfolio
seringkali merupakan suatu bagian dari investasi dan strategi manajemen risiko
yang disebut diversifikasi. Dengan memiliki beberapa aset, risiko tertentu
dapat dikurangi. Ada pula portfolio yang ditujukan untuk mengambil suatu risiko
tinggi yang disebut portfolio konsentrasi ( concentrated portfolio).
Istilah
portofolio dalam dunia keuangan digunakan untuk menyebutkan kumpulan investasi
yang dimiliki oleh institusi ataupun perorangan. Memiliki portofolio seringkali
merupakan suatu bagian dari investasi dan strategi manajemen resiko yang
disebut diversifikasi. Dengan memiliki beberapa aset, resiko tertentu dapat
dikurangi. Ada pula portofolio yang ditujukan untuk mengambil suatu resiko
tinggi yang disebut portofolio konsentrasi ( concentrated portfolio).
Futures
contract dan forward contract pada
dasarnya memiliki tujuan yang sama, yaitu memungkinkan pelaku kontrak untuk
mengunci satu harga di masa mendatang. Perbedaan utama ada di cara
implementasinya.
E.
Pasar
Forward dan Kontrak Forward
Forward
adalah perjanjian kedua belah pihak yang bentuknya dapat disesuaikan dengan
kebutuhan kedua belah pihak tersebut, sedangkan futures memang sudah punya
bentuk kontrak yang standard.
Forward
tidak harus membayar atau menjaminkan sejumlah uang karena pada dasarnya ini
adalah perjanjian kedua belah pihak sementara futures diharuskan menyetorkan
initial margin payment buat jaminan, jadi lebih kecil risiko wanprestasinya.
Forward
tidak ada penjamin karena perjanjian 2 belah pihak sementara Futures ada
lembaga kliringnya atau bursanya.
Besarnya
kontrak untuk Forward tergantung kedua belah pihak sementara futures besarannya
tertentu ditentukan (sudah standar)
Jangka
waktu kontrak untuk forward tergantung kedua belah pihak, sementara futures
sudah ditentukan (sudah standard).
F.
Daftar
Pustaka
Buku manajemen risiko korporat
terintegrasi, Bramantyo Djohanputro,MBA,Ph.D
Tidak ada komentar:
Posting Komentar