Senin, 28 November 2016

“MENGANALISIS RISIKO KEUANGAN”

BAB 11
“MENGANALISIS RISIKO KEUANGAN”


A.        PENGERTIAN RISIKO KEUANGAN
Risiko keuangan adalah fluktuasi target keuangan atau ukuran moneter perusahaan karena gejolak berbagai variabel makro, ukuran keuangan dapat berupa arus kas ( dan ini yang banyak digunakan ), laba perusahaan, economic value added (EVA), dan pertumbuhan penjualan.

B.         Risiko keuangan terdiri dari tiga jenis risiko:

·         Risiko likuiditas,
·         Risiko kredit,
·         Risiko permodalan.
·         risiko pasar
·         risiko suku bunga
·         risiko nilai tukar

Risiko dapat dikategorikan ke dalam dua bentuk :

ü  Risiko spekulatif
Risiko spekulatif adalah suatu keadaan yang dihadapi perusahaan yang dapat memberikan keuntungan dan juga dapat memberikan kerugian.

ü  Risiko murni
Risiko murni (pure risk) adalah sesuatu yang hanya dapat berakibat merugikan atau tidak terjadi apa-apa dan tidak mungkin menguntungkan.


C.        Metode untuk mengelola risiko

Dalam  mengelola risiko pada suatu organisasi sangat tergantung dari hasil indentifikasi risiko yang mungkin muncul/terjadi pada organisasi tersebut, serta berapa nilai kerugian bila hal tersebut terjadi dan yang terakhir adalah frekuesi (probabilitas) kejadian tersebut terjadi.    Berdasarkan ketiga faktor baru organisasi dapat menentukan teknik apa yang tepat dalam mengelola risiko tersebut. Berikut ini beberapa alternatif pilihan dalam mengelola suatu risiko dalam dunia bisnis:

1.         Penghindaran (Risk Avoidance)
Alternatif penghindaran risiko pada umumnya dapat dilakukan pada tahap perencanaan dimana kemungkinan-kemungkinan risiko yang terjadi dapat diatasi dengan berbagai tindakan pencegahan.  Misalnya risiko kebanjiran yang dapat diatasi dengan mencari lokasi yang bebas banjir, atau risiko melanggar peraturan pengelolaan lingkungan yang dapat dilakukan dengan mempersiapkan seluruh dokumen  dan persyaratan yang terkait dengan lingkungan atau risiko adanya penuntutan (komplain) dari konsumen terhadap produk  yang dihasilkan dapat dihindari dengan mencantumkan spesifikasi produk yang jelas dan rinci serta melakukan berbagai uji coba sebelum produk dipasarkan.   Namun untuk risiko murni (Pure Risk) dengan kemungkinan terjadinya rendah serta sukar diprediksi  teknik penghindaran tidak dapat digunakan.

2.         Menahan atau Menanggung (Risk Retention)
Pada suatu  kondisi dengan pertimbangan tertentu perusahaan berani menanggung berbagai kemungkinan risiko yang terjadi.  Namun demikian, perusahaan tetap berupaya agar risiko itu  tidak terealisasi/terjadi atau juga mencadangkan sejumlah anggaran dengan pola tertentu sebagai antisipasi bila kondisi terburuk terjadi. 

3.         Diversifikasi
Diversifikasi berarti menyebar eksposur yang kita miliki sehingga tidak terkonsentrasi  pada satu atau dua eksposur saja.
Contoh: memegang aset tidak hanya satu, tetapi bermacam-macam (saham, obligasi, properti). Jika terjadi kerugian pada satu aset, kerugian tersebut bisa dikompensasi oleh keuntungan dari aset yang lainnya.

4.         Transfer Risiko
Keputusan mengalihkan risiko adalah dengan cara risiko yang kita terima tersebut kita alihkan ke tempat lain sebagian. Jika tidak ingin menanggung risiko tertentu, kita dapat menstransfer risiko tersebut kepada pihak lain yang lebih mampu menghadapi risiko tersebut.
Contoh: membeli asuransi kecelakaan. Jika terjadi kecelakaan, perusahaan asuransi akan menanggung kerugian dari kecelakaan tersebut.

5.         Pengendalian Risiko
Dilakukan untuk mencegah atau menurunkan probabilitas terjadinya risiko atau kejadian yang tidak kita inginkan. Keputusan mengontrol risiko adalah dengan cara melakukan kebijakan antisipasi terhadap timbulnya risiko sebelum risiko itu terjadi.
Contoh: untuk mencegah kebakaran, kita memasang alarm asap dibangunan kita. Alarm merupakan salah satu cara kita mengendalikan risiko kebakaran.

D.        Asuransi Portfolio

Dalam dunia keuangan, "portfolio" digunakan untuk menyebutkan kumpulan investasi yang dimiliki oleh institusi ataupun perorangan. Memiliki portfolio seringkali merupakan suatu bagian dari investasi dan strategi manajemen risiko yang disebut diversifikasi. Dengan memiliki beberapa aset, risiko tertentu dapat dikurangi. Ada pula portfolio yang ditujukan untuk mengambil suatu risiko tinggi yang disebut portfolio konsentrasi ( concentrated portfolio).

Istilah portofolio dalam dunia keuangan digunakan untuk menyebutkan kumpulan investasi yang dimiliki oleh institusi ataupun perorangan. Memiliki portofolio seringkali merupakan suatu bagian dari investasi dan strategi manajemen resiko yang disebut diversifikasi. Dengan memiliki beberapa aset, resiko tertentu dapat dikurangi. Ada pula portofolio yang ditujukan untuk mengambil suatu resiko tinggi yang disebut portofolio konsentrasi ( concentrated portfolio).

Futures contract dan forward contract pada dasarnya memiliki tujuan yang sama, yaitu memungkinkan pelaku kontrak untuk mengunci satu harga di masa mendatang. Perbedaan utama ada di cara implementasinya.

E.         Pasar Forward dan Kontrak Forward

Forward adalah perjanjian kedua belah pihak yang bentuknya dapat disesuaikan dengan kebutuhan kedua belah pihak tersebut, sedangkan futures memang sudah punya bentuk kontrak yang standard.

Forward tidak harus membayar atau menjaminkan sejumlah uang karena pada dasarnya ini adalah perjanjian kedua belah pihak sementara futures diharuskan menyetorkan initial margin payment buat jaminan, jadi lebih kecil risiko wanprestasinya.

Forward tidak ada penjamin karena perjanjian 2 belah pihak sementara Futures ada lembaga kliringnya atau bursanya.

Besarnya kontrak untuk Forward tergantung kedua belah pihak sementara futures besarannya tertentu ditentukan (sudah standar)

Jangka waktu kontrak untuk forward tergantung kedua belah pihak, sementara futures sudah ditentukan (sudah standard).

F.         Daftar Pustaka
Buku manajemen risiko korporat terintegrasi, Bramantyo Djohanputro,MBA,Ph.D


Tidak ada komentar:

Posting Komentar