Senin, 07 November 2016

PENGGUNAAN LEVERAGE: STRUKTUR KEUANGAN DAN STRUKTUR MODAL ; KEBIJAKAN DIVIDEN



Pengertian Dan Macam Leverage
Penggunaan aktiva yang menimbulkan beban tetap disebut operating leverage, sedangkan penggunaan dana dengan beban tetap disebut financial leverage.

Financial Leverage
financial leverage timbul karena perusahaan dibelanjai dengan dana yang menimbulkan beban tetap, yaitu berupa utang dengan beban tetapnya berupa bunga.Financial structure (struktur keuangan) dan capital structure (struktur modal).
1.       Financial Structure, menunjukkan bagaimana perusahaan membelanjai aktivanya. Financial Structure tampak pada neraca sebelah kredit, yang terdiri atas utang lancar, utang jangka panjang dan modal.
2.       Capital Structure merupakan bagian dari struktur keuangan yang hanya menyangkut pembelanjaan yang sifatnya permanen atau jangka panjang.
Leverage factor, adalah merupakan perbandingan antara nilai buku total utang (D) dengan total aktiva (TA) atau perbandingan antara total utang dengan modal (E).

DAMPAK FINANCIAL LEVERAGE TERHADAP PROFITABILITAS

Penggunaan utang dalam pembelanjaan investasi perusahaan dapat mempengaruhi kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba atas modal yang dipergunakan. Untuk mengetahui bagaimana pengaruh penggunaan utang terhadap ROE , maka keempat struktur keuangan yang telah dikemukakan dievaluasi berdasarkan ketiga kondisi ekonomi yang dihadapi oleh perusahaan. Keadaan ini terjadi karena pada kondisi ekonomi yang memburuk pada umumnya suku bunga pinjaman sangat tinggi, sementara penjualan dan laba perusahaan menurun. Hal ini mengakibatkan kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba dengan menggunakan utang lebih kecil daripada tingkat bunga yang harus dibayar perusahaan.
Jika perusahaan terus menambah utang akan mengakibatkan suku bunga akan meningkat, disebabkan risiko yang dihadapi kreditur juga naik. Sementara itu, peningkatan penjualan pada kondisi ekonomi normal relative lebih kecil dibandingkan dengan pada kondisi ekonomi baik, sehingga kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba rugi pemegang saham juga relative lebih kecil dibandingkan pada kondisi ekonomi baik. Semakin banyak jumlah utang yang dipergunakan berarti resiko yang dihadapi perusahaan semakin tinggi. Hal ini dapat dilihat dari hubungan antara leverage factor  dengan variabilitas ROE yang diukur dengan range. Jika semakin tinggi leverage factor , maka range ROE-nya semakin besar, hal ini berarti resiko keuangan perusahaan juga meningkat.

HUBUNGAN FINANCIAL LEVERAGE DENGAN OPERATING LEVERAGE.

Operating Leverage (OL)
Operating Leverage timbul bila perusahaan dalam operasinya mempergunakan aktiva tetap. Penggunaan aktiva tetap akan menimbulkan beban tetap berupa penyusutan. Perusahaan yang mempunyai operating leverage yang tinggi, break event point (BEP) akan tercapai pada tingkat penjualan yang relative tinggi. Besar lecilnya operating leverage diukur dengan degree of operating leverage (DOL). 

Untuk lebih jelas bagaimana pengaruh operating leverage terhadap risiko bisnis, dapat dibandingkan dua perusahaan yaitu: perusahaan ALFA yang bersifat pada karya atau DOL-nya rendah, dengan perusahaan BETA yang bersifat padat modal atau DOL-nya tinggi, Hal ini menunjukkan perusahaan yang padat modal lebih sensitive terhadap perubahan penjualan dibandingkan perusahaan yang padat karya. Jika volume penjualan turun akibat krisis ekonomi menjadi lebih kecil dibandingkan volume penjualan BEP, maka perusahaan yang padat modal akan mengalami kerugian yang lebih besar dibandingkan dengan perusahaan yang padat karya, dan sebaliknya.

Financial Leverage (FL)
Financial Leverage timbul bila perusahaan dalam membelanjai kegiatan operasi dan investasi menggunakan dana dengan beban tetap (utang). Financial Leverage dapat mempengaruhi EAT atau net income (NI), ROE dan EPS. Besar kecilnya financial leverage diukur dengan degree of financial leverage (DFL) 

Combination Leverage (CL)
Combination Leverage merupakan operating leverage  dengan financial leverage. Combination Leverage mengukur pengaruh perubahan penjualan terhadap perubahan EAT atau NI. Besar kecilnya Combination Leverage  diukur dengan rumus sebagai berikut :

Faktor- factor yang mempengaruhi struktur keuangan suatu perusahaan :
  • ·         Tingkat pertumbuhan penjualan
  • ·         Stabilitas penjualan
  • ·         Karakteristik industry
  • ·         Struktur aktiva
  • ·         Sikap manajemen perusahaan
  • ·         Sikap pemberi pinjaman

STRUKTUR MODAL DALAM POLITIK
Teori struktur modal menjelaskan bagaimana pengaruh struktur modal terhadap nilai perusahaan, biaya modal dan harga pasar saham. Adapun pendekatan yang sering dipergunakan dalam praktik untuk mengevaluasi pengaruh leverage keuangan adalah dengan menganalisis hubungan EBIT – EPS. Dengan kata lain analisis EBIT -  EPS mengevaluasi bagaimana pengaruh penggunaan berbagai alternative sumber dana terhadap EPS pada jumlah EBIT tertentu. Sebagai contoh, misalkan suatu perusahaan “CTC”, mempunyai modal Rp. 10 juta seluruhnya berupa saham biasa. Perusahaan sekarang ingin mengadakan ekspansi yang membutuhkan dana Rp. 5 juta. 

Alternatif pemenuhan kebutuhan dana tersebut adalah:
  • 1.       Seluruhnya dibelanjai dengan saham biasa
  • 2.       Seluruhnya dibelanjai dengan utang (12%)
  • 3.       Seluruhnya dibelanjai dengan saham preferen (11%)


Berdasarkan hasil analisis EBIT – EPS bahwa alternative pembelanjaan yang menghasilkan EPS paling besar adalah alternative utang. Dengan demikian berarti ekspansi yang direncanakan sebaiknya dibelanjai dengan utang, jika EBIT-nya sebesar Rp. 2,4 juta. Masalahnya adalah situasi yang dihadapi oleh perusahaan bersifat tidak pasti. Oleh karena itu, ada kemungkinan EBIT yang terjadi bisa lebih besar atau lebih kecil dari Rp. 2,4 juta. Seberapa besar perubahan EBIT alternative utang masih merupakan alternative pembelanjaan. 





TEORI STRUKTUR MODAL

Pengertian Struktur Modal
            Struktur modal berkaitan dengan pembelanjaan jangka panjang suatu perusahaan yang diukur dengan perbandingan utang jangka panjang dengan modal sendiri. Teori struktur modal menjelaskan apakah kebijakan pembelanjaan jangka panjang dapat memengaruhi nilai perusahaan, biaya modal perusahaan dan harga pasar saham perusahaan.
Pendekatan laba bersih operasi
            Pendekatan ini mengasumsikan biaya modal perusahaan tetap pada berbagai tingkat leverage.
          

Pendekatan tradisional
            Pendekatan tradisional mengemukakan ada struktur modal operasi dan perusahaan dapat meningkatkan nilai total perusahaan dengan mempergunakan jumlah utang (leverage keuangan) tertentu. Dengan menggunakan utang yang semakin besar, pada mulanya perusahaan dapat menurunkan biaya modalnya dan meningkatkan nilai perusahaan. Walaupun pemegang saham meningkatkan tingkat kapitalisasi saham karena meningkatnya resiko bagi pemegang saham, peningkatan tersebut tidak melebihi manfaat yang diperoleh dari penggunaan utang yang biayanya lebih murah.

  • Modigliani – Miller Postion

            Modigliani dan Miller (MM), mendukung hubungan antara struktur modal dengan biayamodal sebagaimana yang dijelaskan berdasarkan pndekatan laba bersih operasi, yang menyatakan bahwa struktur modal tidak memengaruhi biaya modal perusahaan dan juga tidak mempengaruhi nilai perusahaan. Menurut MM, nilai total perusahaan tidak dipengaruhi struktur modal perusahaan, melainkan dipengaruhi oleh investasi yang dilakukan dan kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba.

Untuk mendukung pendapatnya tersebut, MM mengemukakan beberapa asumsi, sebagai berikut :
a.       Pasar modal sempurna.
b.      Expected value dari distribusi probabilitas bagi semua investor sama.
c.       Perusahaan dapat dikelompokkan dalam kelas resiko yang sama.
d.      Tidak ada pajak pendapatan perusahaan.

Menurut MM, jika dua perusahaan sama dalam segala aspek kecuali struktur modalnya, maka kedua perusahaan tersebut harus mempunyai nilai total yang sama, jika tidak, akan terjadi proses arbitrage (terjadi jika ada dua perusahaan yang identik dalam segala aspek, kecuali struktur modalnya yang berbeda)

Pajak dan Struktur Modal
            Apabila pasar tidak sempurna, nilai perusahaan dan biaya modalnya dapat mengalami perubahan karena terjadi perubahan struktur modal. Salah satu cirri pasar tidak sempurna adalah adanya pajak.
  • ·         Pajak pendapatan perusahaan

Manfaat penggunaan utang bagi perusahaan kalau ada pajak adalah biaya bunga dapat dipakai untuk mengurangi pajak. Konsekuensinya, jumlah pendapatan yang diterima oleh kreditur dan pemegang saham pada perusahaan yang menggunakan utang lebih besar dari pada perusahaan yang tidak menggunakan utang.

  • ·         Pajak pendapatan perusahaan dan pajak pendapatan pribadi.

Pada kenyataannya pajak pendapatan perusahaan dan pribadi selalu ada. Dengan adanya pajak pendapatan pribadi dapat mengurangi manfaat pajak perusahaan sehubungan dengan penggunaan utang. Jika pendapatan atas utang dan saham dikenakan tariff pajak yang sama, total pendapatan yang diterima krditur dan pemegang saham pada perusahaan yang menggunakan utang tetap lebih besar dibandingkan dengan perusahaan yang tidak mnggunakan utang hanya saja nilainya berkurang.

Apabila yang dipertimbangkan perusahaan adalah pendapatan setelah pajak bagi kreditur dan pemegang saham, maka apakah perusahaan dibelanjai dengan utang atau saham, tergantung pada nilai relatif dari tpd dan tc.
Jika tpd > tc, maka perusahaan sebaiknya dibelanjai dengan saham.
Jika tpd < tc, maka perusahaan sebaiknya dibelanjai dengan utang.
Jika tpd = tc, maka perusahaan dibelanjai dengan uang atau sahaam tidak ada bedanya.

Pengaruh Biaya Kebangkrutan Terhadap Tingkat Pengembalian Modal Sendiri
            Pada kenyataannya perusahaan menghadapi suatu kondisi yang tidak pasti, oleh karena itu ada kemungkinan perusahaan mengalami kebangkrutan, yang akan menimbulkan biaya kebangkrutan. Adanya biaya kebangkrutan merupakan indikator ketidaksempurnaan pasar, yang akan memengaruhi struktur modal perusahaan
            Apabila ada kemungkinan terjadi kebangkrutan dan biaya kebangkrutan cukup besar, maka perusahaan yang menggunakan utang mungkin kurang menarik bagi investor.
Pengaruh Struktur Modal Terhadap Nilai Perusahaan Jika Ada Pajak dan Biaya Kebangkrutan 
            Semakin besar rasio utang jangka panjang terhadap modal sendiri semakin tinggi nilai perusahaan karena terjadi penghematan pajak yang semakin besar. Namun tidak berarti perusahaan dapat dengan bebas menggunakan utang sebanyak-banyaknya tanpa memperhatikan terjadinya kesulitan keuangan atau bahkan kebangkrutan perusahaan yang dapat timbul karena penggunaan utang yang berlebihan.


KEBIJAKAN DIVIDEN

KEBIJAKAN DIVIDEN DAN PERMASALAHANNYA
Kebijakan dividen berhubungan dengan penentuan besarnya dividend payout ratio, yaitu besarnya persentase laba bersih setalah pajak yang dibagikan sebgai dividen kepada pemegang saham. Keputusan dividen merupakan bagian dari keputusan pembelanjaan perusahaan, khususnya berkaitan dengan pembelanjaan intern perusahaan. Permasalahan dalam kebijakan dividen adalah apakah kebijakan dividen dapat mempengaruhi nilai perusahaan atau harga pasar saham perusahaan ? jika kebijakan dividen dapat mempengaruhi nilai perusahaan atau harga pasar saham perusahaan, bagaimana kebijakan dividen yang optimal?

TEORI KEBIJAKAN DIVIDEN
Terdapat tiga teori tentang kebijakan dividen, yang menjelaskan bagaimana pengaruh besar kecilnya dividend payout ratio (DPR) terhadap harga pasar saham. Adapun ketiga teori tersebut adalah:

Dividend Irrelevance Theory
Teori ini dikemukakan oleh Merton dan Franco Modigliani (MM). Menurut, Dividend Irrelevance Theory, kebijakan dividen tidak mempengaruhi harga pasar saham perusahaan atau nilai perusahaan. Modigliani dan Miller berpendapat bahwa, nilai perusahaan hanya ditentukan oleh kemampuan perusahaan untuk menghasilkan pendapatan dan resiko bisnis, sedangkan bagaimana cara membagi arus pendapatan menjadi dividend an laba ditahan tidak mempengaruhi nilai perusahaan.
Asumsi yang dikemukakan oleh Modigliani dan Miller adalah :
  • ·         Tidak ada pajak atas pendapatan perusahaan dan pendapatan pribadi
  • ·         Tidak ada biaya emisi atau biaya transaksi saham
  • ·         Leverage keuangan tidak mempunyai pengaruh terhadap biaya modal
  • ·         Investor dan manajer memiliki informasi yang sama tentang  prospek perusahaan
  • ·         Pendistribusian pendapatan antara dividen dan laba ditahan tidak berpengaruh terhadap             biaya modal sendiri.
  • ·         Kebijakan penganggaran modal independen dengan kebijakan dividen.

Inti dari pendapat MM adalah, bahwa pengaruh pembayaran dividen terhadap kemakmuran pemegang saham diofset sepenuhnya oleh cara-cara pembelanjaan investasi yang dilakukan perusahaan. MM mengemukakan nilai per lembar saham yang didiskonto setelah keputasan pembelanjaan dan dividen sama dengan nilai pasar saham sembelum pembayaran dividen. Dengan kata lain, penurunan harga pasar saham karena pembelanjaan eksternal sama dengan kenaikan harga saham karena pembayaran dividen. Jadi pemegang saham dikatakan indifferent antara dividend an laba ditahan.

Anggap N adalah waktu jumlah saham pada waktu 0, dan M adalah jumlah saham baru yang dijual pada waktu 1 dengan harga P1.

Jumlah saham baru yang diterbitkan untuk membelanjai investasi.
MP = l – ( X – ND1 )

Keterangan :
l = Total investasi baru periode 1
X = Total laba perusahaan pada periode tersebut.

Salah satu kebijakan dividen yang mempunyai implikasi dividend irrelevant adalah dividend payout as a residual decision. Selama perusahaan mempunyai proyek investasi yang menghasilkan return lebih tinggi dari required return , perusahaan akan mempengaruhi laba untuk membelanjai investasi tersebut. Dari keputusan pembelanjaan, berarti pembayaran dividen kas bersifat pasif. Artinya, besar kecilnya dividend payout akan berfluktasi dari waktu ke waktu sesuai dengan fluktasi jumlah peluang investasi yang tersedia bagi perusahaan.

Bird In- The Hand Theory
Teori ini dikemukakan oleh Myron Gordon dan John Lintner. Berdasarkan Bird In- The Hand Theory , kebijakan dividen berpengaruh positif terhadap harga pasar saham. Artinya jika dividen yang dibagikan perusahaan semakin besar, maka harga pasar saham perusahaan tersebut akan semakin tinggi dan sebaliknya. Hal ini terjadi karena, pembagian dividen dapat mengurangi ketidakpastian yang dihadapi investor.

Tax Preference Theory
Berdasarkan Tax Preference Theory , kebijakan dividen mempunyai pengaruh negative terhadap harga pasar saham perusahaan. Artinya, jika semakin besar jumlah dividen yang dibagikan suatu perusahaan semakin rendah harga pasar saham perusahaan yang bersangkutan. Hal ini terjadi jika ada perbedaan antara tariff pajak personal atas pendapatan dividend dan capital gain. Investor dapat menghindari pajak dividen dengan cara sebagaimana yang dikemukakan oleh Miller dan Scholes. Investor dapat menghindari pajak dividen dengan jalan melakukan suatu pinjaman yang cukup untuk  menimbulkan Rp. 1 beban bunga untuk setiap Rp. 1 pendapatan dividen.
Investor akan terhindar dari pembayaran pajak atas dividen dengan tariff pajak yang lebih tinggi dibandingkan capital gain. Namun demikian karena investor melakukan pinjaman, maka resiko yang dihadapi investor meningkat.

Factor-faktor yang perlu dipertimbangkan manajemen dalam menentukan dividend payout:
  • ·         Dana yang dibutuhkan perusahaan
  • ·         Likuiditas
  • ·         Kemampuan perusahaan untuk meminjam
  • ·         Nilai informasi dividen
  • ·         Pengendalian perusahaan
  • ·         Sifat pemegang saham
  • ·         Pembatasan yang diatur dalam perjanjian pinjaman dengan pihak kreditur
  • ·         Inflasi

BEBERAPA ASPEK KEBIJAKAN DIVIDEN

Stabilitas Dividen
Perusahaan yang membayar dividen stabil dari waktu ke waktu kemungkinan dinilai lebih baik daripada perusahaan yang membayar dividen berfluktasi. Hal ini karena, perusahaan yang membayar dividen stabil mencerminkan kondisi keuangan perusahaan tersebut juga stabil dan sebaliknya, perusahaan dengan dividen tidak stabil mencerminkan kondisi keuangan perusahaan yang kurang baik.

Kebijakan dividen tidak stabil dilakukan melalui penetapan dividend payout ratio yang tetap. Dengan demikian penerapan kebijakan dividen yang stabil akan mengakibatkan dividend payout ratio yang berfluktasi.

Target Payout Ratio
Sejumlah perusahaan mengikuti kebijakan Target dividend payout ratio jangka panjang. Hal ini akan mengakibatkan besarnya jumlah dividen yang dibayarkan berfluktasi atau dividennya tidak stabil. Perusahaan hanya akan meningkatkan dividend payout ratio , jika pendapatan perusahaan meningkat dan perusahaan merasa mampu untuk mempertahankan kenaikan pendapatan tersebut dalam jangka panjang.

Regular dan Extra Dividend
Salah satu cara perusahaan meningkatkan dividen kas adalah dengan memberikan extra dividend disamping regular dividend. Hal ini biasanya dilakukan jika pendapatn perusahaan meningkat cukup besar tetapi sifatnya sementara. Apabila tidak terjadi peningkatan pendapatan perusahaan, maka dividen yang dibagikan hanya regular dividend.

DIVIDEN SAHAM (SAHAM DIVIDEND)

Dividen saham adalah pembayaran dividen berupa saham kepada pemegang saham. Artinya, pembagian dividen saham tidak akan merubah jumlah modal perusahaan, tetapi hanya terjadi perubahan pada struktur modal saja. Dari sudut pandang pemegang saham, secara teoritis pembagian dividen saham tidak memberikan manfaat kecuali tambahan jumlah saham. Proporsi kepemilikan saham tidak berubah, karena jumlah dividen saham yang diterima pemegang saham proporsional dengan jumlah saham yang telah dimiliki pemegang saham, bahkan harga pasar saham akan turun jika faktor0faktor yang lainnya tetap.

Perusahaan membagikan dividen saham dapat disebabkan oleh salah satu dari alasan berikut, yaitu:
·         Perusahaan kesulitan likuiditas sehingga perusahaan tidak mampu membayar dividen tunai.
·         Perusahaan melakukan investasi baru, dan kas yang ada dipakai untuk membelanjai investasi tersebut.

PEMECAHAN SAHAM (STOCK SPLITS)
Pemecahan saham merupakan tindakan perusahaan untuk menambah jumlah saham yang beredar dengan jalan mencegah satu saham menjadi dua saham atau lebih yang diikuti dengan penurunan nilai nominal secara proporsional. Harga pasar saham perusahaan yang terlalu tinggi akan mengakibatkan likuiditas saham akan semakin berkurang karena hanya sedikit jumlah investor yang mampu membeli saham perusahaan. Perusahaan kemudian melalukan pemecahan saham, yaitu satu saham dipecah menjadi dua saham.

Reverse Split
Reverse Split merupakan kebalikan dari pemecahan saham yaitu tindakan perusahaan untuk menggabungkan dua atau lebih lembar saham menjadi satu. Tindakan ini dilakukan untuk meningkatkan harga pasar saham, apabia dipertimbangkan harga pasar saham sudah terlampau rendah. Harga pasar saham yang terlalu rendah mengesankan kondisi perusahaan yang kurang baik.
PEMBELIAN SAHAM KEMBALI (REPURCHASE OF STOCK)
Pembelian kembali saham merupakan bagian dari keputusan dividen. Keputusan ini diambil apabila perusahaan mempunyai kelebihan kas sementara itu tidak ada peluang investasi yang menguntungkan. Apabila tidak ada pajak biaya transaksi, kedua alternative tersebut secara teoritis tidak ada bedanya bagi pemegang saham. Dengan pembelian saham, maka jumlah saham yang beredar akan berkurang sehingga akan meningkatkan pendapatan per tahun dan pada akhirnya akan mendorong terjadinya peningkatan harga pasar saham. Secara teoritis capital gain yang diperoleh dari pembelian saham kembali sama dengan dividen yang dibayarkan apabila tidak ada pembelian saham.
Capital Gain yang diterima pemegang saham sama dengan harga pasar saham setelah pembelian kembali dikurang dengan harga pasar saham sebelum pembelian kembali saham yang beredar. Apabila pemegang saham indifferent antara dividen dan capital gain, berarti nilai saham tidak dipengaruhi oleh cara bagaimana perusahaan mendistribusikan dana kepada pemegang saham. Hal ini dapat terjadi, misalnya ada perbedaan tariff pajak antara dividen dan capital gain . Dengan demikian nilai perusahaan dapat dipengaruhi oleh cara bagaimana perusahaan mendistribusikan dananya.
Manfaat pembelian saham kembali adlaah jumlah saham yang berkurang sehingga EPS dan diveden per saham meningkat, dengan asumsi dividen payout ratio tetap. Apabila P / E ratio tetap, maka harga pasar saham juga diharapkan meningkat.
  

DAFTAR PUSTAKA

Sudana, I Made.2011. Manajemen Keuangan Teori dan Praktik. Penerbit Erlangga: Jakarta. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar